06 May 2012

mangrove

sabtuu~
ngerjain tugas tik bikin film. aku, firda, alifia, fivi, nadira, rara, dan sasa ke mangrove wonoreji :))
rencananya mau nyuting, tapi nggak jadi garagara lokasi tidak menentukan dan egi sama siraj nggak dateng.
awalnya ngumpul di stikom. dan nunggu anak anak itu luamaa. udah kesel aslinya.
dan mulai otw.

naik perahu~ fivi sama alifia udah hueboh subhanallah :)) pas kapalnya miring dikit triak triak :))
malah ketawa di perahu sama rara dan firda :)) hingga klimaksnya di tengah laut mau puter balik. haduuh mereka :)))

terus turun ke posnya. aku sama rara turunya lewat samping :))) dimarahin bapak bapak :))
jalan di jembatan bambu yang goyanggoyang. bikin video dokumenter yang gila :)) foto foto:))

pas mau ke gazebo milik *lupa* jalannya putus ;-; hiks yaudah ke gazebonya pertamina *ups* terus naik naik, pas lihat ke depan itu itu laut. subhanallah :))

terus pas aku mau turun lihat 1000 pohon, bambunya itu jatuh, kaki kanan ku masuk ke tangganya -_- sumpah ngh banget. nggak ditolong tambah di ketawain -_-
ok saya bersabar~

terus sholat di mushola akunya tayamum. semuanya nggak sholat -_- halangan dan nggak bawa mukena.

terus ke restonya -_- kita salah pengertian, itu ternyata kolam pancing kita masaksendiri. yaa pasti nggak kan ya kita ngelakuin itu.

dan kembali nunggu perahu.

sumpah sueruu pol sama anak anak :)))
pingin lagii

04 May 2012

"lakukan itu apapun itu yang membuatmu semakin nyaman dan lebih baik. dengarkan lagu itu jika itu yang membuat moodmu lebih bagus" -mama ()

02 May 2012

"aku capek menunggu dan bersabar hee~"

check this !

kemarin buka email, udah lama nggak buka email. ok bukan itu masalahnya. di email itu aku nemuin artikel yang isinya bagus dan aku baru menyadarinya ._.~

 check this !

Seorang professor berdiri di depan
kelas filsafat dan mempunyai
beberapa barang di depan mejanya.

Saat kelas dimulai, tanpa

mengucapkan sepatah kata, dia
mengambil sebuah toples mayones
kosong yang besar dan mulai mengisi
dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berkata pada para

muridnya, apakah toples itu sudah
penuh? Mahasiswa menyetujuinya.

Kemudian professor mengambil sekotak

batu koral dan menuangkannya ke
dalam toples. Dia mengguncang dengan
ringan. Batu-batu koral masuk,
mengisi tempat yang kosong di antara
bola-bola golf.

Kemudian dia bertanya pada para

muridnya, Apakah toples itu sudah
penuh? Mereka setuju bahwa toples
itu sudah penuh.

Selanjutnya profesor mengambil

sekotak pasir dan menebarkan ke
dalam toples...

Tentu saja pasir itu menutup segala

sesuatunya. Profesor sekali lagi
bertanya apakah toples sudah penuh?

Para murid dengan suara bulat

berkata, "Yaa!"

Profesor kemudian menyeduh dua

cangkir kopi dari bawah meja dan
menuangkan isinya ke dalam toples,
dan secara efektif mengisi ruangan
kosong di antara pasir.

Para murid tertawa...


"Sekarang," kata profesor ketika

suara tawa mereda, "Saya ingin
kalian memahami bahwa toples ini
mewakili kehidupanmu.
"


"Bola-bola golf adalah hal-hal yang
penting - Tuhan, keluarga, anak-anak,
kesehatan, teman dan para
sahabat. Jika segala sesuatu hilang
dan hanya tinggal mereka, maka
hidupmu masih tetap penuh.
"


"Batu-batu koral adalah segala hal
lain, seperti pekerjaanmu, rumah
dan mobil.
"


"Pasir adalah hal-hal yang lainnya
- hal-hal yg sepele.
"


"Jika kalian pertama kali memasukkan
pasir ke dalam toples,
"  lanjut

profesor, "Maka tidak akan tersisa
ruangan untuk batu koral ataupun
untuk bola-bola golf. Hal yang sama
akan terjadi dalam hidupmu
."


"Jika kalian menghabiskan energi
untuk hal-hal sepele, kalian tidak
akan mempunyai ruang untuk hal-hal
yang penting buat kalian
"


"Berikan perhatian terlebih dahulu
kepada bola-bola golf - Hal-hal
yang benar-benar penting. Atur
prioritasmu. Baru yang terakhir,
urus pasir-nya
."


Salah satu murid mengangkat tangan

dan bertanya, "Kalau Kopi yg
dituangkan tadi mewakili apa?"

Profesor tersenyum, "Saya senang
kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan
kepada kalian, sekalipun hidupmu
tampak sudah begitu penuh, tetap
selalu tersedia tempat untuk
secangkir kopi bersama sahabat
"
:-)


-----------------------------------------------------------------

yaa itu~ pokoknya ndaak harus prioritasin keluarga, sahabat dan teman~
mungkin ini sulit, tapi pasti banyak manfaatnya :)