29 December 2011

Enak yaa yang Punya Kakak

Aku ? yaa itulah aku *lho* yang dilahirkan pertamakali dari rahim seorang ibu yang tegar dan luarbiasa. yaa, bisa dibilang anak pertama *emangiya*. setelahnya, satu tahun 7 bulan 3 hari mama ngelahirin lagi, dan yaa itu memang seseorang yang akan menjadi adikku. Beban berat sebagai seorang kakak dari adik cowoknya dengan jarak waktu berkisar 1 tahun 7 bulan 3 hari.
Sometime, adik itu maunya menang sendiri. karena mungkin berfikir kalau aku "hampiiiir" sepantara dengannya. dan sometime pula dia itu kayak temenku sendiri. ada positif sama negatif juganya seh. tapiu lebih banyak negativenya. dan saya sebagai seorang kakak harus mau berkorban. Tapiii, kalau nggak ketemu sehari aku kuanggennya subhanallah. kok jadi nyambung kesini yaa ?
ok, ke pokok pikiran awal kta (?) jadii karena kejenuhan saya menjabat seorang kakak tunggal. kadang terlintas dipikiran pingin punya kakak gitu. tapi yang jarak umurnya lebih jauh. 2 tahun gitu mungkin. enak gitu kayaknya punya kakak. apalagi kakak cewek cowok. terus misalnya kalau kita nggak ngerti dalam segi pelajaran kan bisa tanya terus diajarin, daan horee tugas sudah selesai. terus pas misalnya kalau ada masalah yang nggak mungkin dicurhatin ke mama, kan bisa berlari ke kakak itu. dan kalau misalnya pingin pergi kan bisa dianterin gitu, pas papamama sibuk. kan enaak. iri sama temen-temen yang punya kakak.

dan terjadilah dialog antara aku dan mama di kamarku sebelum tidur :
aku : maa, iri sama yang punya kakak. pingin gitu punya kakak. ya ma ? boleh ?
mama : lhoalaah mbak, kamu itu yang anak pertama. nggak bisalah. kalau punya keinginan jangan yang gitu mbak, kan mama bisa jadi kakak buat mbak :)
aku : tapii beda ma
mama : yasudahlah terserah mbak, syukuri aja yaa. itu tantangan dari Allah biar mbak bisa jadi contoh yang baik buat adiknya. kan juga ada saudara
aku : iya deh ma *frustasi* *tidur*
dan heniing *krikkrik*

yaaah, hancurlah sudah keinginanku buat punya kakak. emang iya seh. emang seh permintaanku benar-benar mustahil. dan disekitarku aku memang punya kakak. tapi aku nggak puas kalau nggak kakak kandung. yasudahlah, jalanin sajaa hidup yang indah ini. udah simpel jangan dibikin ribet chin.
ok, ini hanya sebuah angan-angan yang nggak mungkin diraih oleh seorang kakak pertama yang ingin mempunyai seoranglah minimal kakak (?)
Bagai memeluk gunung tak sampai

dan, aku memang punya kakak. tapi kakakku itu bukan dalam wujud manusia. ia adalah sebuah hati dan pikiran yang ada dalam diriku yang ingin menuntunku udah menjadi kakak yang baik

No comments:

Post a Comment